Tampilkan postingan dengan label ff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ff. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

(FF) Kalau odol lagi jatuh cinta…

Jatuh cinta yang ideal itu seperti odol, yang selalu setia dan jatuh cinta setiap hari dengan sikat gigi.

Aku juga jatuh cinta sama kamu setiap hari kaya odol. Kamu sendiri jatuh cinta nggak sama aku? Kayanya nggak deh, kamu nggak sibuk mikirin aku, kamu nggak ngerasa kehilangan kalau aku nggak ada, sekarang malah BBM aku sering nggak dibales.

Kalau pakai odol jangan banyak-banyak, nanti busanya banyak dan kamu susah bersihnya.

Mungkin aku juga nggak boleh banyak-banyak menaruh kadar perasaan aku sama kamu ya..  nanti kamu susah hilang dihatiku.

Kalau odol lagi jatuh cinta mungkin dia akan selalu melekat di gigiku

(FF) Merindukanmu itu seru!

Kamu bilang merindukan kamu seru!


Nggak..sama sekali nggak seru. Aku nggak suka keadaan ini. Aku kangen tangan kamu yang selalu menggandengku, aku kangen pelukkanmu, akuk kangen harum tubuhmu, aku kangen kamu yang sembunyi-sembunyi melirikku dari pintu kaca itu. 


Kamu tahu aku nyaris gila disini, tanpamu.Aku sangat tidak baik-baik saja Ray..


Dan aku benci tidak bisa melakukan apapun untuk bersamamu.Aku hanya menunggu sampai waktuku sudah habis dan bertemu kamu di surga.


Sampai saat itu tiba, tunggu aku ya Ray..


I always love you, Ray..

(FF) Tentangmu yang selalu manis

Kamu bilang 12 tahun yang lalu " lupakan aku Sas, mungkin jika suatu saat kita bertemu lagi, kita bisa memulainya lagi.."

Dan sampai hari ini, kamu serupa bayangan yang selalu mengikutiku.

Bagaimana aku melupakan tentangmu Ben..tentangmu yang selalu manis..Kamu yang serupa candu, selalu membuatku ketagihan.

Dan hari ini, 24 Oktober 2014

"Sasha..kamu cantik sekali pengantin kecilku" ucap Ben sembari membelai rambutku

" Aku bahagia Ben. Terutama untuk hari ini" ucapku

" Terimakasih Sasha, karena setia menungguku. Terimakasih tidak menyerah begitu saja" ucap Ben

" Karena kamu juga selalu berjuang untuk aku Ben" ucapku

Selalu ada yang harus diperjuangkan untuk sebuah hati

Jumat, 20 Januari 2012

(FF) Inilah Aku Tanpamu

Hari ini ada yang harus kulepaskan. Ya, kamu.. Aku lelah dengan semua permainanmu. Sudahlah cukup. Ini semakin lama semakin menyakitkan.

Kamu bilang peduli, tapi aku tidak melihat kamu sungguh peduli.Kamu tidak peduli kalau aku sakit, kamu tidak khawatir kalau aku belum pulang, kamu tidak menanyakan aku kehujanan atau tidak.

Hal kecil memang, tapi hal kecil itu yang merangkai memori-memori indah
Peduli itu bukan sekedar kata, peduli itu pakai hati


Aku tahu ini akan menyakitkan.Cuma aku. Dan kamu tidak akan merasakan sakit atau kehilangan, karena untukmu aku tidak ada.


Aku cuma seseorang yang mampir di hatimu, bukan tinggal.


Mungkin hari ini bahkan bulan-bulan berikutnya, luka ini masih akan terus mengganga. Perih. Tapi aku percaya ini hanya masalah waktu (semoga). Suatu saat aku akan bisa mengadahkan kepalaku, tersenyum, berbisik kepadamu " inilah aku tanpamu " lalu berlalu meninggalkanmu


Seseorang yang pernah tinggal di hati selamanya tidak akan pernah hilang, dia hanya bersembunyi di sudut hati.

Kamis, 19 Januari 2012

(FF) Aku benci kamu hari ini

Aku tahu jika kamu dan aku tidak mungkin menjadi kita. Aku juga tahu jika kamu dan aku hanya akan berjalan masing-masing tanpa ikatan walaupun kita berdua saling mencintai.Kamu yang sangat dekat denganku keberadaanya,tidak juga dapat kumiliki atau lebih tepatnya saling memiliki

Kamu dekat tapi terasa jauh

Aku tidak tahu sejak kapan mulai mencintai dan membutuhkanmu. Mungkin aku jatuh cinta dengan kamu yang tidak peduli dengan keadaanku dan tetap mendekatiku.Semua perhatian kamu, pesan-pesan singkat yang kamu kirimkan kepadaku hanya membuatku semakin tergantung sama kamu.

Lalu hari ini kamu bilang " Apa lebih baik aku pergi dari kamu agar kamu tidak semakin tersakiti? "

Aku benci kamu hari ini

Apa kamu bisa menjamin kalau aku tidak akan tersakiti jika aku tidak bersama kamu?
Aku hanya akan tersakiti jika tidak bersama kamu!

Dan kamu, lelaki yang selalu mengatakan menyayangiku, mengapa memilih untuk pergi dari aku dan menyerah kepada keadaan? Mengapa tidak memperjuangkan aku? Apakah aku hanya menempati sebagian kecil di hatimu dan membuatmu segampang itu menyerah?

Aku tahu ini sangat tidak mudah, tapi percayalah jika memang kita diharuskan bersama maka kita akan bersama dan berpikirlah mungkin ini hanya sebagian ujian kecil yang harus kita lalui.

Mungkin kamu lelah dengan semua ini. Beristirahatlah sejenak, bernafas,bermain-main lah dengan teman-temanmu, tapi jangan lama-lama ya menaruh hati mu diluar. Kembalilah lagi padaku jika istirahatmu sudah selesai.

Terkadang aku juga ingin mengakhiri semua ini, aku lelah..Tetapi setiap hal yang pernah kita lalui selalu membuatku bertahan, karena ada kamu disana.

Untuk itu tetaplah berjalan mengandeng tanganku ya, jangan membuatku membencimu lagi seperti hari ini

Jika "kita" adalah sebuah kesalahan, maka itu adalah sebuah kesalahan yang terindah

Rabu, 18 Januari 2012

(FF) Sepucuk surat ( Bukan ) dariku

Hal teraneh yang pernah aku lakukan adalah berpacaran dengan seseorang lelaki yang wajahnya saja tidak pernah aku lihat, tidak pernah aku sentuh. Kami hanya berhubungan melalui surat.Hal yang sebelumnya aku hindari dan kini aku jalani.

Kamu berjanji akhir bulan ini akan datang ke kota ku, agar kita dapat bertemu dan melamarku. Aku bahagia, akhirnya aku akan bertemu denganmu. Dan kita pernah berjanji setelah menikah, kita akan membaca bersama surat-surat yang pernah kita kirimkan.

Akhir bulan itu aku berjanji menemuimu di taman yang penuh dengan bunga Tulip, aku melihat sesosok punggung lelaki dan entah kenapa kuyakini itu kamu.

Kuberanikan diri untuk menyentuh punggung mu
" Ivan.."

Kamu membalikan badanmu dan memelukku dengan memegang sepucuk surat terakhir yang di dalamnya terdapat sebuah foto yang dikirim sebelum pertemuan kita ini

 " Vara.."  panggilmu

Aku mengganguk tersenyum dan membalas pelukanmu

Tanpa kamu ketahui, Vara sudah pergi untuk selamanya 1 minggu yang lalu. Mobil yang dikendarainya menabrak sebuah pohon besar sepulang dari mengirimkan surat terakhir untukmu.

Sepucuk surat itu bukan dariku tapi dari saudara kembarku.

Dan namaku Nara..

Senin, 16 Januari 2012

( FF ) Ada dia di matamu

Aku tidak suka dengan bau rumah sakit, selalu mengingatkan ku denganmu. Beberapa tahun yang lalu, bau ini sangat akrab denganku. Saat kamu berjuang di tempat tidur pasien melawan penyakit kanker yang mengerogoti kamu selama 2 tahun.

Kamu sosok yang sangat aku kagumi. Kamu yang ditengah rasa sakit masih bisa menyemangatiku, masih bisa tersenyum dan memintaku jangan menangis.

" Jangan menangis sayang..aku kan masih disini buat kamu" katamu.

Aku tahu kamu lelah, kamu kesakitan terutama saat penyakit sialan itu mulai menyakiti tubuhmu. Membuat tubuhmu semakin kurus, tidak bertenaga dan rambutmu semakin hari semakin sedikit. Sekali waktu kamu masih bisa bercanda " Sayang, aku lebih cantik kan ya dengan rambut seperti ini, jadi aku nggak perlu ke salon lagi untuk smoothing " katamu sambil tertawa

" Iya sayang, kamu cantik. Kamu sangat cantik dalam kondisi apapun" kataku membelai rambutmu yang nyaris botak.

Sampai hari itu, hari paling aku takuti di hidupku. Saat semua kabel-kabel yang terpasang di tubuhmu tidak berbunyi lagi yang biasanya menandakan masih ada sebuah harapan.

Sunyi...

" Maaf Pak " Dokter itu berkata kepadaku
" Kami menemukan surat ini di samping tempat tidur " ucap Dokter itu kembali sembari menyerahkan sebuah surat kepadaku.

Hai sayang, apa kabarmu? Mungkin saat kamu membaca surat ini aku sudah nggak ada atau aku masih ada menemani kamu untuk di tahun-tahun mendatang, Tapi sepertinya saat kamu baca surat ini aku udah nggak ada lagi di samping kamu deh, terus kamu pasti lagi menangisi aku. Ayoo dong sayang, jangan menangis ya. Aku saja yang tiap hari disuntik dengan suntikan super besar itu nggak menangis.Hehehehe.

Sayang, terima kasih ya sudah menemaniku selama 3 tahun ini. Aku nggak pernah terbayang seandainya bukan kamu yang disampingku, pasti hidupku akan sangat tidak berarti. Tapi kamu nggak, kamu selalu menemaniku, membuat aku merasa penting dan berharga buat kamu.

Kamu tahu aku begitu terharu saat semakin hari rambutku semakin menipis dan nyaris botak, kamu malah membuatku merasa jadi wanita yang begitu cantik dan kamu juga ikutan membotaki rambutmu. Kata kamu biar dilihat orang jadi sepasang kekasih yang kompak dan sehati.

Sayang, terima kasih untuk yang semua kamu lakukan ya. Sekarang aku harus pergi dan kamu nggak boleh terus-terus terpuruk, kamu sudah lama tidak melihat dunia luar, hari-harimu dihabiskan dengan menemaniku. Sudah saatnya kamu memberikan waktu untuk dirimu sendiri. Terima kasih sayang.Sampai ketemu lagi ya..Aku berdoa agar nanti suatu saat kita bisa dipertemukan kembali denganmu karena kamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi di hidupku.

Oiya sayang, aku memberikan mataku ini untuk seorang gadis yang aku tahu dari dokter yang merawatku kalau gadis itu kehilangan penglihatannya saat masih kecil. Jadi aku ingin memberikan kesempatan untuk gadis itu agar dapat melihat dunia.

Bukankah seharusnya begitu sayang, aku memejamkan mata dalam istirahatku dan gadis itu membuka mata melihat dunia dan masa depannya.

Yours,
Cecilia

Aku menangis. Maaf wanita cantikku, aku menangis lagi. Kamu selalu begitu, ingin berguna bagi orang lain. Aku yang berterima kasih padamu sayang, mengajarkan aku banyak hal tentang ketegaran dan kesetiaan. Terima kasih

" Sila, ada yang ingin ketemu sama kamu "
" Siapa Dok? " tanya gadis itu

Aku terperangah melihat gadis itu, dia sangat mirip denganmu Cecil, nyaris serupa. Apa ini hadiah mu untukku?

" Ada dia di matamu " kataku kepada gadis itu

Kamis, 12 Januari 2012

( FF ) Halo,siapa namamu?

"Hah? Maksud lo dia ngeduain Wenny ama Silvi?"


" Iya Rere" Ryan menegaskan


Otakku berpikir keras tentang siapa cowok yang tega-teganya menduakan kedua perempuan ini. Aku memang tidak cukup dekat dengan mereka tetapi sebagai sesama perempuan, aku merasa ini hal yang sangat menyedihkan.


" Re, kenalin temen gue" Ryan memperkenalkan lelaki disampingnya
" Halo, siapa namamu? " Lelaki itu mengulurkan tangannya
" Rere " jawabku singkat
" Aku Al " jawab lelaki tersebut


Lalu Ryan membisikan sesuatu " Re, hmm dia yang ngeduain Wenny"


Aku terkejut dan membuat kedua alisku terangkat " Hah?! Lelaki seperti itu bisa ngeduain cewek? Wihh ilmunya tingkat tinggi ya?" 


"Pssttt jangan kenceng-kenceng Re, nggak enak kalo kedengeran sama si Al " 


"Bodoooo nggak peduli gue" ucap saya masih kesal


Ryan hanya tertawa geli melihat ekspresiku.


Dan selang beberapa hari, permasalahan dua wanita dan satu lelaki itu selesai. Selesai dua-duanya.Ya hubungan mereka selesai.


Seperti biasanya Ryan memang selalu datang ke rumahku hampir setiap hari walaupun kadang cuma sekedar numpang minum. Karena memang Ryan sudah dianggap sebagai bagian dari keluargaku ditambah dengan status anak tunggal ku jadilah Ryan ini seperti seorang kakak bagiku.


Tapi kali ini ada yang berbeda, dia terlihat lebih serius


" Re, Al suka sama lo" 


Nasi yang ada di mulutku sebagian keluar karena kagetnya


"Ahhh gila lo Yan, sumpah nih yah gue nggak akan pernah suka apalagi pacaran ama cowok seperti itu" 


" Huaaaa serem omongan lo, Re. Pake acara sumpah, ntar beneran naksir lo.." Ryan mengomentari jawabanku


" Amit-amit " lanjutku sambil mengetuk meja 3x. Karena ada sebagian orang yang bilang, agar hal tersebut tidak terjadi kita harus mengetuk meja 3x, walaupun sampai saat ini aku tidak mengerti apa korelasinya.


Dan entah apa yang diomongin Ryan kepada lelaki itu. Semenjak hari itu Ryan dan Al seperti 1 paket yang tiap hari dikirim ke rumahku. Tapi anehnya dari tingkah laku Al sekali tidak memperlihatkan kalau dia menyukaiku. Aku hanya berpikir bagus deh, seengganya aku nggak akan kena jeratan nih cowok.


Sampai saat 2 hari sebelum ulang tahun ku, Al mengajakku pergi


" Re, pergi yuk..temenin gue cari kado buat adik gue. Kan sama-sama cewek tuh jadi kan lo pasti lebih ngerti seleranya"


Aku cuma melirik Ryan dan sialnya dia malah senyum-senyum sambil membuang muka


" Hmm, yauda deh boleh" putusku


Al dan Ryan saling berpandangan bahagia .Ihh kalian pandangan nya mengandung sejuta makna deh.


" Rereeeee hepiii bdayyy yaaa " teriak Ryan sambil mengedor pintu kamarku


" Duh rese lo ya ngantuk nehhh, pulang gih sana" usirku 


" Hahahahaha duhh temen gue yang cakep ini kalo ngamuk cakeeppp bener" Ryan mencubit pipiku


" Rese lo " tepisku


Lalu tiba-tiba Al muncul dengan ice cream cake yang saya pilihkan kemarin untuk adiknya yang katanya berulang tahun juga.


" Happy Birthday, Re..Sorry kemarin bohongin kamu." ucap Al


Aku masih terdiam. Diam karena tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini dari orang yang kuhindari keberadaanya.


Sadar dengan diamnya aku, Ryan mencolek lenganku


" Eh iya gapapa Al..Thanks ya" ucapku


Semalaman itu aku nyaris tidak bisa tidur hanya karena kejutan Al tadi. Dan yang ada di pikiranku, apa memang itu cara dia untuk memikat setiap perempuan. Aku tidak boleh terjebak. Hmm atau lebih baik aku memberikan sedikit pelajaran buat dia agar tidak mempermainkan wanita.


Lalu aku memutuskan untuk menerima cintanya


Sudah seminggu ini aku dan Al pacaran. Yeah right , pacaran. Tolong dicatat baik-baik ya. Aku yang kemarin bersumpah tidak mau pacaran dengan lelaki itu sekarang malah pacaran.




Hari ini aku akan melakukan pendakian ke Gn. Gede bersama teman-teman pecinta alam. Aku memang dari kuliah aktif bergabung di pecinta alam. Rencananya pendakian tersebut memakan waktu 3 hari. Dan berarti 3 hari itu aku harus putus dengan yang namanya komunikasi.Tepatnya, putus komunikasi dengan Al.


Setelah 3 hari di Gn. Gede, akhirnya aku sampai juga di rumah dengan selamat. Melelahkan tapi aku mencintai kegiatan ini.Segala sesuatunya biarpun berat tetapi kalau kamu melakukannya dengan cinta, maka tidak akan akan pernah merasa berat.


" Re, Al dari tadi udah telp terus loh setiap 10 menit tanyain kamu udah pulang atau belum. Kamu kabarin dia ya, takutnya dia khawatir " Mama memberitahuku


" Iya Ma, aku mandi dulu deh" 


Aku memutuskan untuk menelpon Al, setidaknya aku harus menghargai usahanya mengkhawatirkanku kan


" Al.." panggilku di ujung telp
" Rere, akhirnya kamu pulang juga" ucap Al lega. Aku ke rumah kamu ya Re,sekalian aku ingin bicara. Kamu istirahat dulu aja, ntar kalo nggak cape, kita keluar ya muter-muter aja." 
" Iya" sahutku


Hanya membutuhkan waktu 45 menit untuk Al sampai di rumahku, karena jarak rumah kami yang memang tidak terlalu jauh. 


Kami memutuskan untuk pergi ke coffee shop yang memang menjadi tempat favoritku.


"Re, aku kangen kamu banget. Aku khawatir nggak bisa contact kamu, aku takut kamu kenapa-kenapa.Re. Mungkin buat kamu aku cuma main-main sama kamu apalagi semenjak kejadian Wenny. Tapi seorang penjahat pun bisa sadar kan Re. Beri aku kesempatan Re. Kalau aku sampai menyalahgunakan kesempatan itu, tinggalin aku." Al memegang tanganku


Mata itu Al, mata yang menyiratkan ketulusan dan kejujuran.
Sungguh aku terharu. Segitu berartinya kah aku buat kamu Al dan saat itu juga aku memeluk Al.


" Aku juga kangen kamu Al dan kesempatan itu milik kamu "


Dan semenjak hari itu aku memutuskan untuk mencintai Al. Dengan hati.




Project for #15HariNgeblogFF